Apa itu egois?
Egois atau egoism adalah karakteristik kepribadian yang ditandai dengan sikap hanya memikirkan diri sendiri. Orang yang egois selalu memutuskan sesuatu berdasarkan pada kepentingan diri sendiri dengan mengabaikan kebutuhan orang lain.
Sifat egois membuat orang tersebut terlihat ingin menang sendiri, tidak peduli kepada orang lain, dan bahkan tidak ragu mengorbankan orang lain untuk kepentingannya sendiri. Kebalikan dari sifat egois adalah kasih sayang, empati, dan rela berkorban.
Sebenarnya hingga tingkat tertentu, bersikap egois adalah hal yang normal asal tidak berlebihan. Misalnya, memastikan kebutuhan dasar diri sendiri terpenuhi terlebih dahulu sebelum mulai berusaha memenuhi kebutuhan orang lain.
Pada dasarnya, setiap orang memiliki dorongan untuk bertahan hidup dan sehat. Keegoisan mungkin merupakan perwujudan yang salah dari dorongan tersebut.
Tetapi, sifat egois menjadi negatif ketika kebutuhan kecil untuk diri sendiri yang tidak terlalu penting, didahulukan dibanding membantu orang lain yang sangat membutuhkan atau hal-hal lain yang sifatnya penting.
Misalnya, bersikukuh tidak memberikan bangku untuk duduk padahal ada ibu hamil atau orang lanjut usia yang terlihat kesulitan untuk bediri atau kelelahan di transportasi umum.
Sifat egois juga bisa muncul karena adanya masalah kesehatan mental. Banyak gangguan kepribadian yang menyebabkan orang hanya fokus pada keinginannya sendiri sehingga tidak peduli pada kebutuhan orang lain.
Sifat ini seringkali dimiliki oleh orang dengan gangguan kepribadian antisosial dan gangguan kepribadian narsistik.
Selain itu gangguan mental lainnya yang menyebabkan keterlibatan diri yang ekstrem seperti depresi, juga dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih egois karena terlalu tenggelam dengan penderitaannya sendiri, sehingga mengabaikan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar