Kamis, 14 Desember 2023
PANIK ATTACK
Serangan Panik
Serangan panik (panic attack) adalah kemunculan rasa takut atau gelisah yang berlebihan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam.
Serangan panik ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, napas pendek, pusing, tegang otot, atau gemetar. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, baik saat sedang beraktivitas maupun ketika beristirahat.
Sedangkan untuk penanganan medis bisa dengan pemberian obat, psikoterapi, atau kombinasi keduanya, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan yang dialami pasien. Berikut ini adalah penjelasannya:
Obat-obatan
Serangan panik yang hanya terjadi sesekali tidak membutuhkan penanganan. Namun, jika terus berulang hingga mengalami gangguan panik, maka dokter akan meresepkan obat guna mencegah kemunculannya. Obat yang diresepkan sama dengan obat untuk menangani depresi, seperti:
Fluoxetine
Paroxetine
Sertraline
Venlafaxine
Alprazolam
Clonazepam
Perlu diingat bahwa penggunaan obat tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba meski pasien merasa obat tidak memberi pengaruh apa pun. Penghentian penggunaan obat harus di bawah pengawasan dokter.
Psikoterapi
Jenis psikoterapi yang diterapkan untuk mengatasi serangan panik adalah terapi perilaku kognitif. Dalam terapi ini, pasien akan dibimbing untuk memahami dan meyakini bahwa serangan panik tidak membahayakan.
Pasien juga akan diajari untuk mengatasi rasa takut terhadap situasi yang membuat mereka panik. Tujuannya adalah agar pasien bisa mengatasi serangan panik secara mandiri.
Komplikasi Serangan Panik
Serangan panik dapat sembuh total bila segera ditangani. Sebaliknya, jika diabaikan, kondisi ini dapat bertambah parah dan sulit diatasi hingga memengaruhi kualitas hidup penderita.
Di samping rasa takut yang terus-menerus, komplikasi yang dapat timbul dari serangan panik antara lain:
Fobia atau takut pada suatu hal, misalnya takut untuk keluar rumah
Sering mengalami gangguan kesehatan
Tidak mau bersosialisasi
Masalah di kantor atau di sekolah
Masalah keuangan
Kecanduan minuman beralkohol atau NAPZA
Depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan mental lainnya
Keinginan untuk bunuh diri
Pencegahan Serangan Panik
Tidak ada metode khusus untuk mencegah serangan atau gangguan panik, selain kesadaran diri penderita untuk mengatasi kondisinya sebelum makin bertambah buruk. Oleh sebab itu, penderita dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter dan menjalani pengobatan.
Selain itu, ada beberapa cara pencegahan serangan panik yang dapat dilakukan secara mandiri, yaitu:
Berolahraga secara rutin, terutama yoga atau pilates
Melakukan teknik relaksasi dan pernapasan
Membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi
Membatasi minuman yang mengandung kafein dan alkohol
Tidak merokok
Tidur dan beristirahat yang cukup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar